JAKARTA TIMUR – Kemampuan mendengarkan bukan sekadar menerima suara, tetapi juga menganalisis informasi tersembunyi. Kemampuan inilah yang mengantar Raisa Ayudya Kamila, siswi berprestasi dan meraih posisi Juara 3 dalam kompetisi “Beyond The Sound: Listening Challenge” tingkat Kecamatan Pulogadung. Ajang ini merupakan kompetisi unik yang bertujuan menguji ketajaman pendengaran, pemahaman Bahasa Inggris (atau bahasa yang digunakan dalam tantangan), dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui serangkaian klip audio kompleks.
Tantangan Mendengarkan yang Menguji Kognitif
Lomba “Beyond The Sound” tidak seperti tes mendengarkan biasa. Peserta dihadapkan pada skenario audio yang memerlukan fokus tinggi, seperti mendengarkan dialog cepat, mengidentifikasi detail instruksi yang samar, atau menganalisis pola suara untuk memecahkan masalah. Kategori “Listening Challenge” ini secara eksplisit menguji keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa. Pembina Akademik SMP Islam At-Taubah menjelaskan bahwa Raisa unggul berkat disiplin latihan dan fokusnya. “Meskipun persaingan sangat ketat, Raisa mampu menunjukkan ketenangan saat menghadapi klip audio yang berdurasi pendek namun padat informasi. Kecepatan analisisnya terhadap detail-detail halus yang diberikan dalam suara adalah kunci untuk meraih posisi tiga besar,” ujarnya.
Bukti Pentingnya Mendengarkan Aktif
Raisa Ayudya Kamila mengaku bahwa persiapan yang intensif, termasuk latihan mendengarkan berbagai aksen dan kecepatan bicara, sangat membantu. “Saya belajar bahwa mendengarkan dengan efektif membutuhkan konsentrasi penuh dan kemampuan untuk menyaring informasi penting dari kebisingan. Juara 3 ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan keterampilan mendengarkan aktif, yang sangat berguna tidak hanya di sekolah tetapi juga di kehidupan sehari-hari,” kata Raisa. Kepala Sekolah SMP Islam At-Taubah menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini, menekankan bahwa bidang kompetisi yang spesifik ini menunjukkan keragaman talenta siswa. “Kami bangga Raisa mampu membawa nama baik sekolah di ajang yang mengasah kecerdasan auditif dan analisis. Ini adalah bukti bahwa fokus pada keterampilan non-akademik yang unik juga dapat menghasilkan prestasi gemilang di tingkat kecamatan,” tutupnya.
Keberhasilan Raisa Ayudya Kamila diharapkan dapat mendorong sekolah-sekolah di Pulogadung untuk lebih memperhatikan dan mengasah keterampilan mendengarkan aktif sebagai bagian integral dari proses belajar.